Skip to main content

My Mom My Inspiration


Mama saya mungkin ibu biasa untuk kebanyakan orang, tapi untuk saya beliau wanita yang luar biasa so called SUPER WOMAN. 

Papa memutuskan untuk menjadi seorang konsultan ketika saya masih balita, konsekuensinya sang Papa harus hidup berpindah pindah dari satu kota ke kota yang laen dalam periode dekat terkadang 1 tahun atau 2 tahun bahkan 6 bulan saja.Setelah melewati diskusi yang matang (begitu mereka bercerita) akhirnya diputuskan Mama dan saya tetap tinggal di Bogor sementara Ayah saya akan pulang setiap 1-2 mgg sekali.Sehingga secara tidak langsung Mama saya menjadi seorang 'single parent '.

Mamaku Pekerja Keras. Mama bekerja sebagai pegawai negeri, saya ingat kala itu beliau bangun setiap jam 4 pagi untuk menyiapkan segala kebutuhan saya, seperti makanan dan pakaian, lalu beliau antarkan saya ke rumah seorang saudara dekat untuk dititipkan sebelum pergi ke kantor dan dijemput kembali pada siang harinya sekitar pukul 2. Sebelum kembali ke rumah tidak lupa mampir ke pasar untuk membeli kebutuhan dapur dll. Terbayang betapa lelahnya naik turun angkot sambil menggandeng balita di sebelah kanan, kantong belanjaan dari pasar, tas kantor di pundak. Seringkali karena kecapekan saya tidur di pangkuan beliau. Saya memang tidak gendut tp menggendong anak yang tidur sambil membawa belanjaan saya yakin bukan pekerjaan mudah. Belum lagi ritual mencari kunci pintu sebelum masuk ke dalam rumah, menaruh barang belanjaan lalu menaruh saya di pangkuan merogoh kunci pintu di dalam tas kantor sambil berusaha membuka pintu. 
Tidak beliau tidak pernah mau diimingi kenaikan jabatan apabila konsekuensinya harus meninggalkan saya seorang diri. Beliau bilang anak saya lebih penting!


Mamaku GALAK, begitu yang selalu saya bayangkan ketika saya kecil padahal kalo dibandingkan dengan ibu lain saya rasa mereka jauh lebih galak. Setelah saya cukup besar untuk mengerti saya menyadari mungkin itu cuma karena kecapekan mengurus segala sesuatunya sendiri. I'm a big fans of DAD di waktu kecil karena papa selalu memenuhi keinginan saya mungkin karena merasa bersalah jarang bertemu jadi permintaan saya cenderung selalu dipenuhi. 
Entah bagaimana cara beliau mendidik saya, tapi ketika saya melihat orang2 di sekeliling melakukan hal yang kurang baik di mata agama (read: merokok, minum2, dugem) saya tidak pernah tertarik untuk mengikutinya. Rasanya kepercayaan beliau sudah cukup untuk membuat saya menutup mata. Saya ingat kata Mama "Mama percaya apa yang diajarkan sudah cukup untuk kamu tahu apa yang baik dan apa yang salah dan tolong jaga kepercayaan itu"


Mamaku Tegar, seumur hidup saya hanya pernah melihat 2 kali beliau menangis (tolong jangan bayangkan nangis meraung raung yang saya maksud disini hanya menitikkan air mata dengan muka yang bersedih). 
Kapan? 
Yang pertama adalah ketika saya sakit, seumur hidup saya baru sekali saya sakit serius waktu itu sakit usus buntu dan harus segera dioperasi, ketika dioperasi ibu saya lebih banyak terdiam dan berdoa (begitu cerita orang-orang) setelah selesai dioperasi 2-3 hari kemudian tiba tiba saya menangis karena kesakitan ketika harus ganti infus. Buat mama, saya bukan tipe wanita lebay yang sakit sedikit terus nangis meraung-raung. And u know what? She cries with me. Dan seketika tangisan saya terhenti. I know how u love me mom, sometimes I just can see it. 

Yang kedua adalah ketika Papa saya meninggal 2 tahun yang lalu dan kemudian disusul Nenek dalam selisih waktu 4 hari saja. Bahkan mata saya sudah bengkak karena kecapekan menangis, tapi beliau menangis seadanya tidak berlebihan. Dan saya hanya diam bahkan tidak sanggup untuk bertanya dapat kekuatan darimanakah beliau untuk menerima cobaan terberat dalam hidupnya.


Mamaku Rajin, entah mengapa sifat yang satu ini sama sekali tidak menempel di diri saya. Bahkan kini, di usia yang sudah tak lagi mudah Mama bangun jam 2 pagi, untuk pergi tahajud, masak air panas, masak untuk seisi rumah, ditambah menjaga Ghiffari seharian selama saya bekerja.


Oooo dear God Almighty Allah SWT, how can I ever be like my MOM.



ya Allah
aku menangis di kaki langit-MU
ya Allah
Aku meraung di Ujung bumi-MU
ya Allah
Aku Berlari diantara seruan-MU
Ampunilah Hamba
Berilah cahaya itu untuk mama hamba
Berilah cahaya itu agar mamaku bisa tersenyum
Ya Allah ampunilah dosa-dosa mama hamba
Ya Allah bahagiakanlah hidupnya ini
berilah selalu kebahagiaan dan senyuman untuk mama hamba
Ya Allah




this prayer taken from doa untuk ibu

Comments

Popular posts from this blog

Rangkuman Hasil Terapi Ghiffari selama setahun

Terhitung setahun kurang beberapa minggu (dulu mulai terapi awal February). Rekap Terapi selama satu tahun terakhir: Terapi awal 3 bulan pertama hanya Terapi Sensor Integrasi 2x seminggu. Rabu 08.45-09.30 Jumat 08.45-09.30 Setelah 3 bulan konsultasi lagi ke dr.Luh kemudian ditambah Terapi Wicara, tapi karena baru ada space untuk 1kali. Jadi selama kurang lebih 3 bulan pertama terapi wicaranya hanya satu minggu sekali. Selasa 08.45-09.30 Rabu 08.45-09.30 Jumat 08.45-09.30 Setelah ada space yang kosong akhirnya ditambah jadi 2x terapi. Selasa 08.45-09.30 Rabu 08.45-09.30 Jumat 08.00-09.30 Begitu seterusnya sampai di bulan Oktober kemaren terapis wicaranya ijin cuti melahirkan. Akhirnya ada pergantian jadwal jadi lebih simple si. Cuma 2x sminggu tapi terapi tetep 2x Rabu 08.45-10.15 Jumat 08.00-09.30 Dan selama 1 tahun itu ada kurang lebih 4x pertemuan dengan dr.Luh (3bulan sekali). Untuk evaluasi hasil terapi per 3 bulan. Diagnosa kemungkinan PDD NOS

Sentuhan Ibu: Memberikan yang Terbaik untuk Anak

Tulisan yang dibuat untuk TUM:  Desember tahun ini Ghiffari, anak pertama kami, genap berusia 9 tahun. Berarti sudah 9 tahun lamanya saya menyandang profesi ibu. Dan artinya sudah sekitar 7.5 tahun saya berkutat dengan rutinitas terapi setelah Ghiffari didiagnosa PDD-NOS, salah satu dari 5 gangguan spektrum Autisme. Di awal kehidupannya, Ghiffari adalah bayi yang tidur larut malam, siang jadi malam, malam jadi siang, dan seringkali menangis tanpa sebab. Dugaan kolik mendorong kami untuk rutin memijatnya karena selain untuk mengurangi kerewelannya, saya percaya #SentuhanIbu secara fisik  meningkatkan  bonding  ibu dan anak. Kala itu saat menjalani kehidupan layaknya ibu baru, memiliki buku panduan tentang tumbuh kembang anak adalah hal yang wajib. Dari panduan itu pula saya menyadari ada perbedaan dalam tumbuh kembang Ghiffari sejak ia berusia 8 bulan. Pertanyaan saya ketika itu adalah ke mana sebenarnya pertanyaan ini harus diajukan? Apa yang harus kami lakukan kalau memang ke

Umur berapa? F O U R

Si bocah super ucul ini udah 4 tahun lho..  Setiap ditanya Ghiffari ulang tahun ke berapa dia jawab "FOUR" Karena belakangan demen banget maen games minion jadi gw beride bikin surprise cake yang ternyata dia seneng banget ampe dijagain melulu kuenya hihihi... Taun ini tiup lilin di sekolah yang pertama kali.  Dan temen-temennya semua juga pada sibuk liatin kue ini sambil dipegang-pegang. Ini bocah-bocah preschool pada lucuk amat yak. Kuenya sendiri seperti taun sebelumnya pesen di April Cake . Sneak and Peak kelasnya bocah. Abis tiup lilin disuruh cium bocah. Fotonya cuma ada yang gw cium Ghiffari  padahal mestinya ada yang gw ama Chaca cium Ghiffari cuma sayang banget fotonya blur.  Hiks.. Dibikinin ama gurunya di sekolah...  Gw jadi inget waktu jaman gw TK guru TK gw gambar manual pake kapur warna warni sungguh beruntung guru TK jaman sekarang :p Di sekolahnya Ghiffari ada aturan ga usah bagi-bagi Goody Bag walaup