Skip to main content

Am I "The Urban Mama" ?

Tahukah anda? Menjelang melahirkan apa yang saya rasakan? Takut? Sudah pasti tapi bukan bukan seperti kebanyakan ibu-ibu yang lain saya takut 'memiliki' anak. Selama hamil saya sangat bahagia setiap pergi ke dokter melihat anak saya sudah semakin besar dan berbentuk :) Tapi menjelang kelahiran saya ketakutan, karena ketika anak ini keluar maka perjalanan sebenarnya baru akan dimulai. Saya takut dari hal kecil seperti harus memenuhi hidup saya dengan popok, pup bayi dan jarang tidur seperti kebanyakan orang bilang  sampai dengan bagaimana cara membesarkan anak saya dengan BENAR? Pada kenyataannya ketika Ghiffari lahir, ternyata keadaanya tidak separah itu well at least saya menikmatinya walaupun semua yang saya takutkan benar adanya :)

Menjadi ibu merupakan suatu langkah luar biasa yang Allah karuniakan kepada saya untuk membunuh (sadis amat) karakter manja. Walaupun tinggal di rumah ibu saya, ibu saya sengaja membiarkan saya melakukan semuanya sendiri, tanpa pembantu tanpa pengasuh. Ghiffari hanya dipegang ibu saya ketika saya mandi dan makan. Sisanya saya lakukan sendiri termasuk mencuci popok kain yang setiap harinya habis lusinan beserta bedong dan alas ompol serta perkakas bayi lainnya. Yup, I Totally Change!! Belum lagi Ghiffari menangis sangat keras setiap malam sampai subuh setiap harinya. Untungnya saya punya suami yang sangat mendukung dan membantu saya merawat anak saya di MALAM HARI. Di siang hari saya seringkali ketakutan ketika Ghiffari menangis keras dan disusui pun tidak manjur meredakan tangisnya. Setiap hari saya browsing lewat handphone untuk mencari tau apa yang saya bisa lakukan untuk meredakan amarah bocah kecil ini. Segala usaha saya lakukan sampai akhirnya saya pasrah saja menerima Ghiffari menangis meraung-raung untuk alasan yang saya tidak tahu. Sempat terpikir bahwa mungkin saya ibu yang tidak becus mengurus anak :(

Suatu hari saya memutuskan untuk membuka notebook ketika Ghiffari akhirnya tidur, saya pikir mungkin ini cara untuk menghilangkan sindrom baby blues yang sedikit demi sedikit mulai menghampiri. Saya ingat sekali itu tanggal 9 Februari 2009 ya sekitar 2 bulan umur Ghiffari dan untuk pertama kalinya membuka website The Urban Mama. Akhirnya saya daftarkan diri saya dan mulai menjelajah satu demi satu. Setelah sebulan menjelajah akhirnya saya mengajukan pertanyaan pertama saya mengenai Car Seat, ketika saya membeli stroller yang sepaket dengan car seat yang saya bayangkan adalah tinggal pasang. Ketika kemudian berbagai ibu berkomentar dan memberi saran bagaimana cara menggunakan car seat dengan benar, wooow rasanya senang sekali. Akhirnya setiap hari kegiatan saya adalah 'nongkrongin' The Urban Mama tentunya sebelum Ghiffari bangun. Sampai akhirnya saya khatam membaca semua artikel (artikel yaa bukan forum kalo yang ini sungguh saya tak sanggup)

Buat saya ini forum pertama yg serius diikuti jadi ketika kopdar pertama di PIM (dan seterusnya) diadakan saya belum pernah absen lho... Karena saya senang akhirnya bisa bertemu dengan orang-orang baru dan para mama (juga papa) yang selama ini hanya bisa dibayangkan :p.

Ooh ya inilah side effect paling signifikan dalam keluarga saya setelah saya join The Urban Mama

  1. Pengetahuan saya mengenai barang-barang bayi paling mutakhir meningkat tajam. Walaupun tau bukan berarti beli. Saya juga belajar untuk menelaah perlu atau tidaknya barang-barang tersebut melalui kesan dan pesan banyak mama mama lainnya
  2. Terinspirasi untuk lebih banyak belajar apalagi soal cara mendidik anak yang benar. Beberapa forum yang saya sukai salah satunya adalah montessori at home yang diperkenalkan oleh Teh Ninit belum lagi soal hypnoparenting yang saya coba terapkan di dalam kehidupan sehari-hari.
  3. New and Great Best Friend, saya menemukan banyak sekali teman baru yang SANGAT menyenangkan. Rasanya seperti sudah berteman ribuan tahun :p
  4. Melek Financial. Forum yang sangat membantu adalah soal financial bagaimana cara menyiapkan biaya pendidikan anak, menyiasati diskon yang merajalela dan juga soal frugal living yg baru-baru ini menjadi tongkrongan paling cihuy saya di TUM
  5. Ghiffari jadi BEKEN, saya tersenyum sambil mengingat hampir di semua kopdar orang bertanya nama saya siapa dan orang-orang cuma mengangguk tapi begitu saya bilang anak saya bernama Ghiffari mereka langsung berucap "oooh Ghiffari". Ya nggak sebeken itu sih cuma saya senang bahwa beberapa orang diluar sana memperhatikan kami :)


Kalau dilist satu persatu tampaknya tidak cukup sehari untuk membahas bagaimana banyak hal dapat berubah  hanya karena satu forum emak-emak keren begitu saya biasa menyebutnya kalo ada yang bertanya "Apaan sih TUM?".

Selain itu juga saya menyadari beberapa hal 'unik' lainnya di dunia TUM
*saya menemukan bahwa mantan pacar suami saya dan istri mantan pacar saya juga ada disini* What a small world!!
*pertama kali bertemu teh ninit dan mas adhit, komentar saya dan suami saya adalah "horeee ketemu artis (penulis beken) :p" * Norak is our middle name hehe..


The Urban Mama totally change how I see parenting life.

Begini cara saya mendefinisikan The Urban Mama

Urban = perkotaan
The Urban Mama = para mama (dan juga papa) modern (tidak selalu hidup di perkotaan) yang dengan canggihnya mengkombinasikan cara tradisional dan penemuan modern yang canggih untuk menjalani kehidupan parenting sesuai dengan kenyamanan tiap orang tua.

So "Am I The Urban Mama? Absolutely in my own style of being a COOL MOM"
Like The Urban Mama motto "There is always a different story in every parenting style"

Happy Birthday The Urban Mama. I hope to be part of you for the upcoming years ahead :)



The Urban Mama Writing Contest

Comments

Popular posts from this blog

Rangkuman Hasil Terapi Ghiffari selama setahun

Terhitung setahun kurang beberapa minggu (dulu mulai terapi awal February). Rekap Terapi selama satu tahun terakhir: Terapi awal 3 bulan pertama hanya Terapi Sensor Integrasi 2x seminggu. Rabu 08.45-09.30 Jumat 08.45-09.30 Setelah 3 bulan konsultasi lagi ke dr.Luh kemudian ditambah Terapi Wicara, tapi karena baru ada space untuk 1kali. Jadi selama kurang lebih 3 bulan pertama terapi wicaranya hanya satu minggu sekali. Selasa 08.45-09.30 Rabu 08.45-09.30 Jumat 08.45-09.30 Setelah ada space yang kosong akhirnya ditambah jadi 2x terapi. Selasa 08.45-09.30 Rabu 08.45-09.30 Jumat 08.00-09.30 Begitu seterusnya sampai di bulan Oktober kemaren terapis wicaranya ijin cuti melahirkan. Akhirnya ada pergantian jadwal jadi lebih simple si. Cuma 2x sminggu tapi terapi tetep 2x Rabu 08.45-10.15 Jumat 08.00-09.30 Dan selama 1 tahun itu ada kurang lebih 4x pertemuan dengan dr.Luh (3bulan sekali). Untuk evaluasi hasil terapi per 3 bulan. Diagnosa kemungkinan PDD NOS

Sentuhan Ibu: Memberikan yang Terbaik untuk Anak

Tulisan yang dibuat untuk TUM:  Desember tahun ini Ghiffari, anak pertama kami, genap berusia 9 tahun. Berarti sudah 9 tahun lamanya saya menyandang profesi ibu. Dan artinya sudah sekitar 7.5 tahun saya berkutat dengan rutinitas terapi setelah Ghiffari didiagnosa PDD-NOS, salah satu dari 5 gangguan spektrum Autisme. Di awal kehidupannya, Ghiffari adalah bayi yang tidur larut malam, siang jadi malam, malam jadi siang, dan seringkali menangis tanpa sebab. Dugaan kolik mendorong kami untuk rutin memijatnya karena selain untuk mengurangi kerewelannya, saya percaya #SentuhanIbu secara fisik  meningkatkan  bonding  ibu dan anak. Kala itu saat menjalani kehidupan layaknya ibu baru, memiliki buku panduan tentang tumbuh kembang anak adalah hal yang wajib. Dari panduan itu pula saya menyadari ada perbedaan dalam tumbuh kembang Ghiffari sejak ia berusia 8 bulan. Pertanyaan saya ketika itu adalah ke mana sebenarnya pertanyaan ini harus diajukan? Apa yang harus kami lakukan kalau memang ke

Umur berapa? F O U R

Si bocah super ucul ini udah 4 tahun lho..  Setiap ditanya Ghiffari ulang tahun ke berapa dia jawab "FOUR" Karena belakangan demen banget maen games minion jadi gw beride bikin surprise cake yang ternyata dia seneng banget ampe dijagain melulu kuenya hihihi... Taun ini tiup lilin di sekolah yang pertama kali.  Dan temen-temennya semua juga pada sibuk liatin kue ini sambil dipegang-pegang. Ini bocah-bocah preschool pada lucuk amat yak. Kuenya sendiri seperti taun sebelumnya pesen di April Cake . Sneak and Peak kelasnya bocah. Abis tiup lilin disuruh cium bocah. Fotonya cuma ada yang gw cium Ghiffari  padahal mestinya ada yang gw ama Chaca cium Ghiffari cuma sayang banget fotonya blur.  Hiks.. Dibikinin ama gurunya di sekolah...  Gw jadi inget waktu jaman gw TK guru TK gw gambar manual pake kapur warna warni sungguh beruntung guru TK jaman sekarang :p Di sekolahnya Ghiffari ada aturan ga usah bagi-bagi Goody Bag walaup