Skip to main content

Resep Fettucini Saus Carbonara




Setelah berulang kali bikin resep ini, ada beberapa bagian yang gw modifikasi.



FETTUCINI SAUS CARBONARA
 


Bahan:

1.      200 gram fettucini, rebus sesuai aturan kemasan
2.     300ml susu UHT tawar
3.     3 lembar smoked beef, potong panjang
4.     2 siung bawang putih, cincang
5.     1/4 buah bawang bombay 1/2 sdt lada bubuk
6.    garam
7.     25 gram keju parut
8.    1 kuning telur
9.    1 sdm margarin/butter
10.  25 gram keju parut buat taburan

Cara Membuat:


1.         Panaskan butter/margarin, tumis bawang putih dan bawang bombay
2.        Masukkan daging asap, tambahkan garam dan lada
3.        Masukkan susu, masak hingga mendidih (dengan api kecil aja)
4.        Masukkan kuning telur yang telah dikocok rata aduk sampai mengental
5.        Masukkan keju parut
6.        Setelah fettucini direbus sampai al dante,  panaskan butter/margarin lalu tumis fettucini sampai tercampur semua dengan butter.
7.        Masukkan fettucini kedalam campuran daging dan susu, aduk-aduk sampai tercampur rata
8.        Matikan api, sajikan dengan taburan keju parut.
9.        Santap selagi hangat!




Notes:
Untuk butter, gw biasa pake Anch*r, sementara untuk keju paling mantep pake Kr*ft, dan susu UHT biasanya apa aja yang ada di kulkas entah itu Ult*a atau Gre*nfie*d.Untuk Ghiffari biasanya gw tambahin, serutan brokoli dan wortel biar tetep ada sayurnya.  


Karena belom pernah foto sendiri, jadi gw ambil foto dari sini aja ya. Soalnya ini kayanya yang paling mirip ama yang biasa gw buat.


Comments

Popular posts from this blog

Rangkuman Hasil Terapi Ghiffari selama setahun

Terhitung setahun kurang beberapa minggu (dulu mulai terapi awal February). Rekap Terapi selama satu tahun terakhir: Terapi awal 3 bulan pertama hanya Terapi Sensor Integrasi 2x seminggu. Rabu 08.45-09.30 Jumat 08.45-09.30 Setelah 3 bulan konsultasi lagi ke dr.Luh kemudian ditambah Terapi Wicara, tapi karena baru ada space untuk 1kali. Jadi selama kurang lebih 3 bulan pertama terapi wicaranya hanya satu minggu sekali. Selasa 08.45-09.30 Rabu 08.45-09.30 Jumat 08.45-09.30 Setelah ada space yang kosong akhirnya ditambah jadi 2x terapi. Selasa 08.45-09.30 Rabu 08.45-09.30 Jumat 08.00-09.30 Begitu seterusnya sampai di bulan Oktober kemaren terapis wicaranya ijin cuti melahirkan. Akhirnya ada pergantian jadwal jadi lebih simple si. Cuma 2x sminggu tapi terapi tetep 2x Rabu 08.45-10.15 Jumat 08.00-09.30 Dan selama 1 tahun itu ada kurang lebih 4x pertemuan dengan dr.Luh (3bulan sekali). Untuk evaluasi hasil terapi per 3 bulan. Diagnosa kemungkinan PDD NOS

Mengurus Visa Liburan ke Taiwan

Setelah berulang kali ke TETO ( Taiwan Economic and Trade Office) buat urus VISA sepertinya udah cocok kalo gw review ini di blog hehe.. Kira-kira gw urus visa terhitung 4-5 kali lupa persisnya.. 1. Buat Gw ama Ghiffari pas pertama berangkat 2. Buat Gw ama Ghiffari pas ngurus visa tinggal 3. Buat Mertua 4. Buat Liburan sama Mamaku dan tante-tanteku Dan prosesnya cukup sama kecuali sekarang isi formnya online. Untuk persyaratan berikut gw ambil dari websitenya TETO Indonesia PERSYARATAN UNTUK VISA KUNJUNGAN WISATA HARUS MELALUI WEBSITE: https://visawebapp.boca.gov.tw UNTUK MENGISI APLIKASI PERMOHONAN VISA, KEMUDIAN APLIKASI PERMOHONAN TERSEBUT DI PRINT DENGAN LASERJET DAN DITANDATANGANI LANGSUNG OLEH YANG BERSANGKUTAN MELAMPIRKAN DUA LEMBAR PASFOTO 6 BULAN TERAKHIR, UKURAN 4CM X 6CM (BERWARNA DAN BACKGROUND PUTIH) MASA BERLAKU PASPOR MINIMAL 6 BULAN (UNTUK SINGLE ENTRY), MINIMAL 12 BULAN (UNTUK MULTIPLE ENTRY) SURAT KETERANGAN KERJA DARI KANTOR ATAU SEKOLAH BAGI PE

Sentuhan Ibu: Memberikan yang Terbaik untuk Anak

Tulisan yang dibuat untuk TUM:  Desember tahun ini Ghiffari, anak pertama kami, genap berusia 9 tahun. Berarti sudah 9 tahun lamanya saya menyandang profesi ibu. Dan artinya sudah sekitar 7.5 tahun saya berkutat dengan rutinitas terapi setelah Ghiffari didiagnosa PDD-NOS, salah satu dari 5 gangguan spektrum Autisme. Di awal kehidupannya, Ghiffari adalah bayi yang tidur larut malam, siang jadi malam, malam jadi siang, dan seringkali menangis tanpa sebab. Dugaan kolik mendorong kami untuk rutin memijatnya karena selain untuk mengurangi kerewelannya, saya percaya #SentuhanIbu secara fisik  meningkatkan  bonding  ibu dan anak. Kala itu saat menjalani kehidupan layaknya ibu baru, memiliki buku panduan tentang tumbuh kembang anak adalah hal yang wajib. Dari panduan itu pula saya menyadari ada perbedaan dalam tumbuh kembang Ghiffari sejak ia berusia 8 bulan. Pertanyaan saya ketika itu adalah ke mana sebenarnya pertanyaan ini harus diajukan? Apa yang harus kami lakukan kalau memang ke