Skip to main content

Bijak Kelola Keuangan, Kunci Keluarga dan Masa Depan Sejahtera

Wah, baru baca judul aja udah stres duluan gak sih? Nah, itu perasaan gw waktu pertama diajak ke acara #TUMBloggersMeetup #IbuBerbagiBijak. Lah gimana enggak? Pas banget momennya, lagi pusing mikirin keuangan keluarga dan usaha online kecil-kecilan gw. Tapi justru itu, ini waktunya buat cari tau lebih tentang cara ngatur keuangan.


Sekitar tahun 2011, gw sempet ikut salah satu pelatihan Financial Planning. Pada saat itu, gw belum kenal tuh cicilan KPR dan anak belum sekolah. Jadi pas dicek keuangannya sehat-sehat aja. Tahun berjalan, tahun 2017 kemarin, gw baru mulai tersadar betapa berantakannya rencana keuangan yang tadinya sudah diset dengan rapih. Setelah setahun kemarin berusaha keras memperbaiki rencana keuangan keluarga, belum juga rapih eh ditambah ngurusin keuangan usaha online  @hungrymama_id yang gw rintis 3 bulan terakhir.

Eh udah dulu curcolnya, yuk sekarang kita intip kegiatan Rabu, 8 Agustus 2018 kemarin di Gedung Nyi Ageng Serang, Kuningan, Jakarta kemarin. 

Pak Riko Abdurahman selaku Presiden Direktur Visa Indonesia menjelaskan tentang minimnya pengetahuan wanita Indonesia akan literasi keuangan dan tujuan diadakannya #IbuBerbagiBijak agar wanita Indonesia bisa tahu lebih banyak tentang literasi keuangan. Karena pada prakteknya,  sang ibu lah yang biasanya menjadi menteri keuangan rumah tangga. 



Prita Hapsari Ghozie, financial planner/educator dan juga penulis 3 buku salah satunya "Cantik, Gaya dan Tetap Kaya" menjadi narasumber acara kali ini. 

BAGAIMANA CARA MENCAPAI KEUANGAN IDEAL :
  • Financial Check Up
  • Mengelola Arus Kas
  • Merencanakan Keuangan 

Yuk kita bahas satu-satu. 

FINANCIAL CHECK UP
Suka buka dompet ga sih? Liat masih ada uangnya? Atau cek bon tadi abis belanja apa saja dan berapa? Tau ga sih, hal sederhana seperti itu juga termasuk financial check up lho! 

Gimana caranya kita tahu udah sehat atau belum sih keuangan kita?
  • Punya hutang gak? Kalo ga punya Alhamdulillah, kalo punya hutangnya produktif apa bukan?  Cicilan produktif yang paling sering dimiliki rumah tangga sih biasanya ya cicilan rumah. Asalkan besarannya tidak lebih dari 30% pemasukan setiap bulannya.
  • Biaya hidup harus lebih kecil dari pemasukan. Kalo kata mbak Prita,"Jangan sampai beli cabe aja ngutang"
  • Dana darurat. Idealnya kita memiliki dana darurat setidaknya 3x pengeluaran rutin setiap bulan, kalo punya anak menjadi 12x pengeluaran rutin. Jadi, kalo terjadi masalah seperti PHK atau sakit keras mendadak yang membuat pemasukan rutin terhenti, diharapkan dana darurat ini bisa men-cover selama 12 bulan. Sehingga bila anak sekolah, tidak harus putus sekolah atau pindah sekolah di pertengahan tahun ajaran. 
  • Tabungan. Suka belanja? Buat tabungan digital khusus untuk belanja yang sudah diplot jumlahnya setiap bulan. Uang digital habis? Habis pulalah jatah belanja kita bulan itu. 

MENGELOLA ARUS KAS
Dapat pemasukan bulanan fix setiap bulannya? Nah langsung bagi ke pos-pos berikut :
  • 5% Sosial (Zakat, Infak, Sedekah)
  • 10% Dana darurat dan asuransi
  • 30% Biaya hidup
  • 30% Cicilan pinjaman
  • 15% Investasi(kalo yang diatas semua sudah terpenuhi, boleh lho lanjut ke poin yang dibawah)
  • 10% Gaya hidup

MERENCANAKAN KEUANGAN


Selain mengelola, hal lain yang cukup penting adalah merencanakan. Gw pribadi biasanya punya catatan pengeluaran tahunan dan pengeluaran bulanan. Supaya pengeluaran tahunan tidak membebani pengeluaran bulanan. Nah semua sudah dikerjakan tapi pengeluaran masih lebih besar? Yuk kita coba cari penghasilan tambahan.

Mbak Prita Ghozie memberi 3 tips cara menambah penghasilan rumah tangga :

  1. Bekerja
  2. Menjadi Investor
  3. Menjadi Womenpreneur


Banyak sekali ibu rumah tangga yang ingin menjadi womenpreneur, tapi eh tapi ternyata gak mudah. Berikut tantangan yang dihadapi mereka yang ingin memulai usahanya :

  • Mau usaha apa?
Banyak temen yang suka bilang "eh, kita bisnis yuk? Tapi bisnis apa ya?" Nah ini adalah salah satu isu yang sering kita temuin. Jadi kita harus liat apa hobi kita yang bisa kita jadikan salah satu peluang usaha. Setelah itu kita harus tau, pangsa pasarnya seperti apa. Jadi kira-kira bakalan ada yang beli gak? Terus action deh, cusss bikin usahanya.

  • Untung atau rugi?
Kita harus tau modal kita berapa, aset berapa dan keuntungan yang kita punya dikurangi dengan pengeluaran produksi. Sehingga kita bisa tau dengan jelas berapa keuntungan ataupun kerugian kita. Jangan sampai ketika usaha sudah besar dan sudah waktunya menggaji orang lain atau menyewa tempat kita kewalahan karena selama ini tidak menggaji atau tidak menghitung biaya produksi di rumah sendiri.

  • Sendiri atau bermitra?
Bisa saja join investment bersama teman atau lebih pilih usaha pribadi. Itu kembali ke pilihan kita.

Gimana-gimana udah ada bayangan kah?

Punya usaha udah, untung udah ada, sekarang kita cek tips dari mbak Prita untuk mengelola keuangan untuk pebisnis :
  1. Rencana Keuangan 
  2. Say NO to Hutang Konsumtif
  3. Tetap harus ada tabungan dan investasi
  4. Dana Darurat
  5. Asuransi Kesehatan dan Asuransi Jiwa




Jenahara sebagai narasumber Womenpreneur, berbagi cerita tentang sejarah menggeluti bisnisnya dari nol sampai sekarang. Didukung oleh sahabat karib sedari SD dan dukungan penuh dari sang suami. Jenahara mampu mengelola usahanya sampai sebesar sekarang. Tidak tanggung-tanggung selain mengurus rumah tangga dan 3 buah hatinya, ia juga mengelola usaha dan juga termasuk health junkie lho, cita-citanya punya perut six pack. Suatu achievement luar biasa untuk mamah muda entrepeneur yang satu ini. 

Salah satu tips dari Jenahara adalah 

"Sebagai istri, minta restu suami sebelum memulai usaha. "
"Cintai prosesnya, hingga kita bisa merasa lebih grateful (bersyukur)" 
Akhir acara kita foto bersama dengan seluruh narasumber dan pengisi acara. Lalu ditutup dengan makan siang. Usai sudah. Mudah-mudahan bahasan kali ini bermanfaat yaa. Sebesar manfaat yang gw rasakan :) 




Psst, sepulangnya dari acara ini, kita dapat goodybag yang isinya :
  • Buku Saku Bu Bijak
  • Buku Catatan Keuangan Bu Bijak
  • Booklet Gerakan Nasional Non Tunai
  • Booklet Bank Indonesia Jenis Alat Pembayaran Non Tunai
  • Booklet Bank Indonesia Cara Pandai Bertransaksi Non Tunai
  • Komik Marvel edisi khusus VISA "Guardian of the Galaxy with AntMan"
Selalu cari pengetahuan baru, karena jadi ibu pintar itu perlu!

    Comments

    Popular posts from this blog

    Rangkuman Hasil Terapi Ghiffari selama setahun

    Terhitung setahun kurang beberapa minggu (dulu mulai terapi awal February). Rekap Terapi selama satu tahun terakhir: Terapi awal 3 bulan pertama hanya Terapi Sensor Integrasi 2x seminggu. Rabu 08.45-09.30 Jumat 08.45-09.30 Setelah 3 bulan konsultasi lagi ke dr.Luh kemudian ditambah Terapi Wicara, tapi karena baru ada space untuk 1kali. Jadi selama kurang lebih 3 bulan pertama terapi wicaranya hanya satu minggu sekali. Selasa 08.45-09.30 Rabu 08.45-09.30 Jumat 08.45-09.30 Setelah ada space yang kosong akhirnya ditambah jadi 2x terapi. Selasa 08.45-09.30 Rabu 08.45-09.30 Jumat 08.00-09.30 Begitu seterusnya sampai di bulan Oktober kemaren terapis wicaranya ijin cuti melahirkan. Akhirnya ada pergantian jadwal jadi lebih simple si. Cuma 2x sminggu tapi terapi tetep 2x Rabu 08.45-10.15 Jumat 08.00-09.30 Dan selama 1 tahun itu ada kurang lebih 4x pertemuan dengan dr.Luh (3bulan sekali). Untuk evaluasi hasil terapi per 3 bulan. Diagnosa kemungkinan PDD NOS

    Umur berapa? F O U R

    Si bocah super ucul ini udah 4 tahun lho..  Setiap ditanya Ghiffari ulang tahun ke berapa dia jawab "FOUR" Karena belakangan demen banget maen games minion jadi gw beride bikin surprise cake yang ternyata dia seneng banget ampe dijagain melulu kuenya hihihi... Taun ini tiup lilin di sekolah yang pertama kali.  Dan temen-temennya semua juga pada sibuk liatin kue ini sambil dipegang-pegang. Ini bocah-bocah preschool pada lucuk amat yak. Kuenya sendiri seperti taun sebelumnya pesen di April Cake . Sneak and Peak kelasnya bocah. Abis tiup lilin disuruh cium bocah. Fotonya cuma ada yang gw cium Ghiffari  padahal mestinya ada yang gw ama Chaca cium Ghiffari cuma sayang banget fotonya blur.  Hiks.. Dibikinin ama gurunya di sekolah...  Gw jadi inget waktu jaman gw TK guru TK gw gambar manual pake kapur warna warni sungguh beruntung guru TK jaman sekarang :p Di sekolahnya Ghiffari ada aturan ga usah bagi-bagi Goody Bag walaup

    si Mata Minus and Hard Lense

    Dulu sekitar 5 tahun lalu gw pernah bikin postingan soal Mata Minus  vs melahirkan . Semenjak terakhir cerita itu ditulis minus gw masih naik loh tiap tahun. Well ga tiap tahun sih karena di tahun 2012, setelah satu tahun berenti bekerja. Minus gw BERKURANG. Sekitar 0.5. Jadi ya ceritanya sekitar tahun 2007, gw dateng ke JEC buat periksa mata dan nanya-nanya soal LASIK. Terus dari hasil obrolan sama dokter mata saat itu. Beliau bilang mendingan nunggu sampai minus mata stabil. Karena kalo ga sayang, kalo abis dilasik terus ga berapa lama minusnya keluar lagi. Abis denger penjelasan kaya gini, okelah gw memutuskan nunggu aja dulu 1-2 tahun (soalnya duit buat lasiknya jg ga ada gaya doank nanya-nanya deh -_- ). 7 tahun berselang, mana nih minus tetep aja naek terus. Dan posisi terakhir minus gw setahun kemarin adalah 8.00. Setahun yang lalu pas cek mata berkala sambil curhat sama dokter matanya yang manis dan keibuan di Hermina Bogor (lupa namanya siapa), disaranin coba ke JEC