Skip to main content

Can we just go back?

Kata orang jangan suka mikirin yang udah lalu. Syukuri yang ada jalani hari esok.
Nah postingan ini sebaliknya!

Jadi jangan mengharapkan motivasi dalam tulisan ini hehe..

Akhir-akhir ini gw kangen banget sama masa-masa hidup di Taipei.
Kangen apartemen super mungil maut (saking kecilnya serius deh!)
Kangen sama masa-masa jadi ibu rumah tangga.
Kangen masak pagi siang malem, wikdei, wiken.
Kangen bobo siang di hari biasa ama Ghiffari (sambil ngeledek suami di kantor yg lagi kerja)
Kangen makan siang bareng suami di apartemen sambil cerita kelakuan bocah yang bikin garuk lantai
Kangen jalan-jalan weekend kesana sini macam orang norak sambil cekikikan mumpung kalo ngomong (dan diomongin orang) ga ada yang ngerti
Kangen kurus tanpa terasa (itu sih gara-gara jalan mulu makan jg gak membabi buta kek disini)
Kangen kangen kangen deh pokonya
Kangen makanan sana...
Kangen orang sana yang ramah-ramah...
Kangen jadi orang gua pas lagi musim dingin selimutan bertiga di kamar sambil pake penghangat (padahal paling dingin keknya gw rasain cm 7-8 derajat)

jadi judulnya emang cuma lagi kangen aja keknya.
Kemaren sempet tanya Chaca mau gak balik lagi kesana, kata dia gak dalam waktu dekat deh.
Dia bilang kalo bisa negara lain biar ada pengalaman baru dan kalo bisa 2-3 taun lagi setelah punya anak lagi dan setelah Ghiffari SD.

Jadi sementara ini cuma bisa kangen aja yaaa...



Comments

  1. You never know kan ya... siapa tau ntar jalannya ngebawa kalian pindah kesana lagi... :)

    ReplyDelete
  2. Jadi kapan punya anak lagi? loh...hehehehe
    gw ngajak suami pindah negara kagak mau dia...nanti ga bisa makan tempe sering2 kali :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Rangkuman Hasil Terapi Ghiffari selama setahun

Terhitung setahun kurang beberapa minggu (dulu mulai terapi awal February). Rekap Terapi selama satu tahun terakhir: Terapi awal 3 bulan pertama hanya Terapi Sensor Integrasi 2x seminggu. Rabu 08.45-09.30 Jumat 08.45-09.30 Setelah 3 bulan konsultasi lagi ke dr.Luh kemudian ditambah Terapi Wicara, tapi karena baru ada space untuk 1kali. Jadi selama kurang lebih 3 bulan pertama terapi wicaranya hanya satu minggu sekali. Selasa 08.45-09.30 Rabu 08.45-09.30 Jumat 08.45-09.30 Setelah ada space yang kosong akhirnya ditambah jadi 2x terapi. Selasa 08.45-09.30 Rabu 08.45-09.30 Jumat 08.00-09.30 Begitu seterusnya sampai di bulan Oktober kemaren terapis wicaranya ijin cuti melahirkan. Akhirnya ada pergantian jadwal jadi lebih simple si. Cuma 2x sminggu tapi terapi tetep 2x Rabu 08.45-10.15 Jumat 08.00-09.30 Dan selama 1 tahun itu ada kurang lebih 4x pertemuan dengan dr.Luh (3bulan sekali). Untuk evaluasi hasil terapi per 3 bulan. ...

Mengurus Visa Liburan ke Taiwan

Setelah berulang kali ke TETO ( Taiwan Economic and Trade Office) buat urus VISA sepertinya udah cocok kalo gw review ini di blog hehe.. Kira-kira gw urus visa terhitung 4-5 kali lupa persisnya.. 1. Buat Gw ama Ghiffari pas pertama berangkat 2. Buat Gw ama Ghiffari pas ngurus visa tinggal 3. Buat Mertua 4. Buat Liburan sama Mamaku dan tante-tanteku Dan prosesnya cukup sama kecuali sekarang isi formnya online. Untuk persyaratan berikut gw ambil dari websitenya TETO Indonesia PERSYARATAN UNTUK VISA KUNJUNGAN WISATA HARUS MELALUI WEBSITE: https://visawebapp.boca.gov.tw UNTUK MENGISI APLIKASI PERMOHONAN VISA, KEMUDIAN APLIKASI PERMOHONAN TERSEBUT DI PRINT DENGAN LASERJET DAN DITANDATANGANI LANGSUNG OLEH YANG BERSANGKUTAN MELAMPIRKAN DUA LEMBAR PASFOTO 6 BULAN TERAKHIR, UKURAN 4CM X 6CM (BERWARNA DAN BACKGROUND PUTIH) MASA BERLAKU PASPOR MINIMAL 6 BULAN (UNTUK SINGLE ENTRY), MINIMAL 12 BULAN (UNTUK MULTIPLE ENTRY) SURAT KETERANGAN KERJA DARI KANTOR ATAU SEKOLAH BAGI PE...

Kenapa pengen punya anak?

Seorang teman lama yang tidak percaya akan pernikahan... Suatu hari di masa yang lampau pernah bertanya "Kenapa sih lo pengen punya anak" ... ... ... dan jujur gw sempet diem.. bingung jawabnya apa yang keluar dari mulut gw malah "anak anak kan lucuuu" hehe... I always love children and I do act like one! terus temen gw cuma ketawa.. and a strong sentences comes out "apa iya alasan menikah hanya untuk status dan punya anak adalah bukti... Apa punya pasangan itu wujud kemampuan kita mencari pasangan dan menghasilkan keturunan sehingga kita bisa dengan bangga pamerkan?" *glekkk kayanya jawaban gw ga memuaskan kali ya hehe? ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ gw jadi inget situasi-situasi lain seputar obrolan punya anak ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ seorang temen gw di kondangan bila...